1. Executive Summary
Pada 20 Oktober 2026, informasi mengenai dua kerentanan kritis
PHP, yaitu
CVE-2026-109618
dan
CVE-2026-109619, beredar sebelum jadwal pengungkapan resmi.
PHP Security Team mengonfirmasi rencana pembaruan keamanan darurat untuk menangani kedua kerentanan tersebut. Masing-masing memperoleh skor CVSS v4.0 sebesar 9.2 dengan tingkat keparahan Critical.
Kedua kerentanan dilaporkan berpotensi memungkinkan Remote Code Execution (RCE), yaitu kondisi ketika penyerang dapat menjalankan kode pada server yang terdampak.
Risiko menjadi signifikan karena PHP merupakan runtime yang digunakan berbagai aplikasi web, termasuk WordPress, Drupal, Joomla, Magento, Laravel, dan aplikasi enterprise berbasis PHP.
Peneliti watchTowr dilaporkan berhasil mereproduksi CVE-2026-109618. Sementara itu, penelitian Jackalsyn mengklaim adanya mekanisme eksploitasi yang melibatkan heap use-after-free pada fitur PHP session upload progress.
Namun, akar masalah, cakupan versi, dan persyaratan eksploitasi masing-masing CVE masih memerlukan konfirmasi dari PHP Security Team.
KRES Risk Assessment: CRITICAL
Organisasi direkomendasikan segera melakukan identifikasi aset PHP, exposure assessment, peningkatan monitoring SOC, serta persiapan emergency patching.
2. Vulnerability Overview
| Parameter | CVE-2026-109618 | CVE-2026-109619 |
|---|---|---|
| Produk | PHP Runtime | PHP Runtime |
| Severity | Critical | Critical |
| CVSS v4.0 | 9.2 | 9.2 |
| Dampak dilaporkan | Remote Code Execution | Remote Code Execution |
| Attack Vector | Network, dilaporkan | Network, dilaporkan |
| Authentication | Berpotensi tidak diperlukan | Berpotensi tidak diperlukan |
| Root Cause | Belum dikonfirmasi vendor | Belum dikonfirmasi vendor |
| Exploitation in the Wild | Belum terkonfirmasi | Belum terkonfirmasi |
| Patch Status | Menunggu konfirmasi resmi | Menunggu konfirmasi resmi |
Jangan menyatakan kedua CVE memiliki mekanisme eksploitasi yang sama tanpa konfirmasi vendor.